IPB CORNER SKATEBOARDING

IPB CORNER SKATEBOARDING

Sabtu, 12 Maret 2011

Skala Bencana di Luar Perkiraan


AP Photo
Tsunami Jepang.

JAKARTA, KOMPAS.com — Gempa besar yang melanda Jepang dan memicu tsunami, Jumat (11/3), di luar perkiraan Japan Meteorological Agency. Namun, mereka sangat siap mengantisipasi hal ini.

”Besarnya gempa 8,9 skala Richter di luar dugaan JMA (Japan Meteorological Agency). Ada beberapa lempeng yang bergerak di dekat daerah Miyagi,” kata Bambang Rudyanto, penasihat senior Asian Disaster Reduction Center yang dihubungi dari Jakarta melalui surat elektronik, Jumat. ”Gempa susulan masih terus terjadi. Kereta dan pesawat, termasuk operasional Bandara Narita, sempat dihentikan,” katanya.

Walaupun skala bencana di luar dugaan, menurut Rudyanto, Pemerintah Jepang dan masyarakatnya terlihat telah mempersiapkan diri dengan baik. Hal ini terlihat dari sedikitnya korban jika dibandingkan dengan gempa dan tsunami yang nyaris setara yang pernah melanda Aceh tahun 2004.

”Dua jam setelah gempa melanda, PM Naoto Kan menggelar jumpa pers dan mengumumkan task force khusus dengan dia sebagai ketuanya,” kata Rudyanto.

Kesigapan pemerintah dan masyarakat sipil Jepang dalam menghadapi bencana juga disampaikan warga negara Indonesia di Jepang. Junanto Herdiawan, warga Indonesia yang tinggal di Tokyo, mengatakan, ”Luar biasa kesigapan Pemerintah Jepang, mereka langsung menetapkan kondisi darurat. Dan betapa masyarakat percaya kepada pemerintahnya. Tidak terjadi kekacauan.”

Menurut Junanto, sebulan dua kali pihak kelurahan di tempat dia tinggal memperingatkan bahwa gempa besar menanti Jepang. ”Anak saya sudah diberi tahu guru bahwa akan datang gempa besar 100 tahun sekali. Secara rutin mereka latihan di sekolah,” katanya.

Saat gempa terjadi anaknya yang masih berusia delapan tahun masih berada di sekolah. Namun, Junanto mengaku tidak khawatir dengan keselamatan anaknya. ”Gurunya sudah menjamin anak-anak aman di sekolah. Mereka juga sudah dilatih untuk itu,” ujarnya.

Dina Faoziah, mahasiswi program doktor di Tokyo University of Agriculture and Technology, asal Semarang, juga menuturkan, Pemerintah Jepang sangat siap menghadapi bencana ini. ”Mereka menyiapkan sistem dan warga dengan baik. Simulasi gempa dan tsunami di daerah pesisir dilakukan di sekolah-sekolah. Bahkan, bayi pun dibiasakan menjalani simulasi,” katanya. Karena itu, walaupun gempa sangat besar, Dina tetap tenang. (AIK)

Ini Gempa Terbesar di Jepang

Pray for japan.... Break dulu buat Info tentang skatenya... Kita concern ke info yang memang benar-benar butuh perhatian dan doa kita untuk semua koraban Tsunami Jepang....


AFP PHOTO/HO/NHK Sebuah gambar yang direpro dari siaran televisi NHK pada 11 Maret 2011 menunjukkan mobil-mobil yang bak kaleng kerupuk mengapung di jalanan yang terrendam air setelah terjadinya gempa bumi dasyat berskala 8,9 yang memicu tsumani di prefektur Miyagi.

KOMPAS.com — Bukan hanya salah satu gempa terbesar dalam 20 tahun terakhir. Gempa berkekuatan 8,9 yang terjadi di Jepang, Jumat (11/3/2011) siang, tercatat sebagai gempa terbesar sepanjang sejarah yang pernah terjadi di Negeri Sakura itu. Sepanjang catatan kegempaan di Jepang, belum pernah terjadi gempa sekuat itu.

Gempa paling mematikan di Jepang tercatat terjadi pada 1891. Gempa yang berpusat di Kanto itu hanya berkekuatan 7,9, tapi menewaskan sekitar 140.000 orang di wilayah sekitar Tokyo. Dengan kekuatan sebesar 8,9, gempa terakhir tersebut jauh lebih kuat ketimbang gempa di Kanto, namun tidak terlalu besar dampaknya bagi Kota Tokyo.

"Kami memperkirakan jatuh banyak korban dan kerusakan yang meluas," kata Kevin McCue, seismolog di Central Queensland University di Canberra, Australia, seperti dilansir situs web ABC, Jumat. Namun, jumlah korban di Tokyo diperkirakan tidak sebanyak di Kanto 120 tahun lalu karena pusat gempa saat ini jauh di utara, sekitar 376 km dari Tokyo.

Jepang yang terletak di jalur gunung api atau Cincin Api Pasifik memang termasuk wilayah yang sering terlanda gempa. Beberapa data gempa besar di Jepang yang terekam adalah gempa berkekuatan 8,5 di Sanriku pada tahun 1896 yang menewaskan 27.000 orang dan menyebabkan tsunami setinggi 25 meter. Selain itu adalah gempa Kobe yang terjadi pada tahun 1995 berkekuatan 6,9 skala richter dan menewaskan 5.502 orang.

Gempa Jepang hari ini berkekuatan 8,9 skala richter. Gempa terjadi pada pukul 14.46 waktu setempat dan berpusat di 376 km tenggara Tokyo. Gempa ini telah mengakibatkan tsunami setinggi 4 meter dan berpotensi tsunami hingga 10 meter. Peringatan tsunami diperluas hingga Pasifik, Filipina, dan Indonesia.

Co-Director Australia Tsunami Research Center Professor James Goff mengatakan, gempa yang terjadi kali ini akan mampu melihat kekuatan bangunan tahan gempa Jepang, keampuhan perangkat peringatan tsunami, serta rencana evakuasi. "Peristiwa ini akan menjadi serangkaian tes untuk mereka semua," katanya.